Label

Minggu, 19 September 2010

Menumbuhkan Semangat & Nilai - Nilai Pancasila

                       Pancasila
1.     Ketuhanan yang maha esa
2.     Kemanusiaan yang adil dan beradap
3.     Persatuan Indonesia
4.     Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.     Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

Itulah ingatan aku akan bunyi lengkap Pancasila, lambang dan dasar negara bangsa kita. 
Tahap demi tahap, tahun demi tahun telah kita lalui, masih saja kita melihat bangsa ini tidak berdaya. Akankah memang benar,,  bangsa ini sudah tidak  mampu apa-apa lagi, karena tak mepunyai orientasi kebersamaan. Hanya individualis. Yang di ibaratkan sapu lidi, meski jumlah lembaran lidinya banyak, tapi kalau hanya bergerak sendiri-sendiri, tidak akan mampu apa-apa.



Dan di lain itu di sadari atau tidak,, Perlahan-lahan bangsa ini sudah mulai mengguras semua nilai-nilai kesejatian diri yang telah lama dikenal sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat. Dewasa ini kekerasan agaknya telah menjadi “budaya baru” di negeri ini. Jalan penyelesaian masalah berbasiskan kejernihan nurani dan kepekaan akal budi agak nya telah terbendung  oleh barikade keangkuhan dan kemunafikan. . Hingga tak jarang setiap hendak menggapai ambisi dan tujuan, tak jarang pula cara-cara anarki menjadi siasat jitu untuk memaksakan kehendak kepada pihak lain melalui cara-cara primitif yang jauh dari nilai-nilai moral dan kesantunan. Fenomena negatif itu sudah menjadi masalah sosial yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas. Akibat yang ditimbulkan cukup serius dan tak dapat lagi dianggap sebagai persoalan sederhana, dan latar belakang saat inipun mungkin sudah tidak bisa dianggap logis karena fakta sudah ada korban, karena tindakan-tindakan itu sudah menjurus ke tindakan kriminal.
Terkadang akupun bartanya,, akankah ini semua dikarenakan shock culture, dalam arti semenjak era Revormasi bergulir dan  kran demokrasi dibuka selebar-lebarnya,  rakyat dipaksa siap atau tidak siap harus menyaring sendiri setiap budaya dan sesuatu yang baru yang mungkin dahulu dianggap tabu…… Dan ataukah ini adalah masa-masa peraliha atau pancaroba di negara kita yang harus di awali dengan aksi-aksi vandalisme  premanisme dan anarkisme dengan berbagai macam bentuk dan variannya untuk membangun negeri ini….?? hIkzz…

Banyak orang-orang yang berpandangan bahwa kondisi itu diduga bermula dari  sebuah bentuk kegagalan para pemimpin baik didaerah maupun pusat. Yang tidak pernah mengutamakan kepentingan rakyat. Akan tetapi di lain itu  masih ada banyak variabel lain yg harus dipertimbangkan, mengapa sedemikian mudahnya kekerasan muncul,..
Secara awam, aksi-aksi anarki yang belakangan ini marak terjadi bisa dibilang sebagai bentuk simbul reaksi perlawanan  terhadap sang penguasa. “Yaah namanya juga buntu, agar bisa menembus kebuntuan itu harus didobrak, tak dapat dengan cara halus, cara kasar juga dimainkan. So, apanya yang salah dalam penyelenggaraan kehidupan masyarakat kita dalam bernegara ? “ Akan tetapi yang harus di garis bawahi bahwa bagaimanapun anarkis adalah suatu tindakan yang tidak wajib di tauladani.ataupun di tiru dan sebaliknya apakah semua perangkat dan systemnya sudah berjalan pada fungsinya ?? ***do you think..?


Di saat negara membutuhkan soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong, sebagian kecil masyarakat terutama justru yang ada di perkotaan lebih memilih dan mengutamakan kelompoknya, golonganya bahkan negara lain dibandingkan kepentingan negaranya. Untuk itu sebaiknya setiap komponen masyarakat saling berinterospeksi diri untuk dikemudian bersatu bahu membahu membawa bangsa ini dari keterpurukan dari krisis multidimensi saat ini... Apa lagi di tengah era globalisasi ekonomi, ancaman bahaya lain dari terorisme, dan fundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa ini. Disamping itu yang patut diwaspadai adalah pengelompokan suku bangsa di Indonesia yang kini semakin kuat. Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh pengaruh asing untuk dikotak kotakan tidak saja oleh konflik vertikal tetapi juga oleh pandangan terhadap ke Tuhanan Yang Maha Esa.

Teman,,, bangsa Kita ini adalah bangsa yg kaya raya…tetapi bangsa Kita ini sangat mudah di pecah belah…tantangan ke depan adalah menghadapi proses penghancuran bangsa ini oleh pihak-pihak yang tidak ingin bangsa Indonesia besar kaya dan makmur.. Siapakah mereka??? mereka adalah orang2 yang dijadikan boneka2 oleh orang lain. yang di iming-imingi kekuasaan dan harta.. Sejarah menyatakan bahwa bangsa Indonesia  adalah bangsa yang kuat. tetapi tidak menjadi kuat lantaran ada penghianat-penghianat  bangsa….

Salam Integritas......                                         

Tidak ada komentar: