Label

Selasa, 21 September 2010

Mengawal Dinamika Demokrasi Ala Facebook


Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Yuwie yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi. Facebookdiluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2006 oleh seorang pemuda Yahudi berumur 24 tahun mahasiswa Harvard University AS, Mark Zuckerberg.
Dalam waktu singkat, situs ini sanggup memikat jutaan pengguna. Selain kemudahan membuat akun, Facebook juga sangat mudah dikelola dan dilengkapi fitur-fitur menarik yang bisa dioptimalkan untuk menjaring pergaulan sosial di dunia maya yang lebih luas.

Di lain sisi seiring dengan perkembangan infrastruktur teknologi dalam negeri yang terus berkembang dan meluas hingga ke pelosok-pelosok dusun, proses interaksi dan komunikasi di dunia maya ibarat hujan yang turun dari langit yang membanjiri di seluruh area penjuru. Manusia mulai dimanjakan dalam berinteraksi dan berkomunikasi jarak jauh. Handphone yang dulu hanya bisa dinikmati oleh kaum berkantong tebal, akan tetapi kini sudah menjadi piranti atau profan yang bisa dimiliki oleh siapa saja. Bahkan, internet pun tidak lagi hanya menjadi sesuatu yang mewah, tetapi hampir sudah mewabah dan menyatu di tengah-tengah kehidupan masyarakat luas. Warung internet (warnet) terus bermunculan di berbagai sudut kampung bak jamur di musim hujan..

Merujuk pada  hal di atas, Salah satu unsur/hal terpenting dalam proses komunikasi adalah saluran/media. Seorang komunikator dalam proses komunikasi pastilah menggunakan unsur media sebagai alat penyampai pesan kepada komunikannya. Tujuannya antara lain agar dapat memudahkan proses pengiriman pesan agar komunikan dapat dengan mudah menerimanya

Tak jarang akhir-akhir ini muncul beberapa Fenomena baru yang cukup menarik perhatian ku. Apa itu...????
Dewasa ini Facebook tak hanya digunakan sebatas pada media interaksi semata, namun dapat dipergunakan untuk menunjang pemenuhan tujuan politik.. Yang artinya Facebook  di andalkan sebagai saluran/alat bagi terciptanya proses komunikasi politik, sungguh sebuah Fenomena yang unik… Bahkan yang tidak kalah menariknya melalui facebook juga pemerintah dapat mengirim pesan pada rakyat atau sebaliknya khalayak/rakyat yang mengirim kritik atau tanggapan atas kebijakan-kebijakan pemerintah itu sendiri.


Sebagai gambaran..  Dalam proses persiapan pemilihan kepala daerah Jambi yang di selenggarakan pada tanggal 19 Juni 2010 yang lalu, ada sebagian dari para kandidat calon Gubenur dan Wakil Gubenur berhasil memanfaatkan itu untuk menampung “kekayaan” virtual/Jaringan, menerima tamu, menjalin silaturahmi, membangun interaksi sosial, atau aktivitas-aktivitas lain yang berkaitan dengan entitas dan eksistensi kita sebagai makhluk social di sekitar rumah maya itu. Yang artinya jejaring social (facebook) sangat dapat digunakan sebagai saluran yang mentransmisikan pesan politik pada khalayak untuk mempersuasi dan menghimpun dukungan... (klik di sini)
Facebook menjadi pilihan yang banyak  diminati karena selain praktis dan murah, juga mensyaratkan terjadinya feedback (Umpan Balik) secara  cepat melalui fasilitas obrolan atau sekedar meninggalakan komentar... Dan para Facebookers (Pengguna Faceebook) dapat menilai dan mendiskusikan program-program yang diusung dari masing-masing calon kepala daerah. Khalayak atau masyarakat dalam hal ini dapat menyampaikan secara langsung kritikan ataupun pandangan-pandangannya. Dengan sendirinya menjelma menjadi system  yang sangat berguna untuk membangun kedekatan antara komunikator dan komunikan politik itu sendiri.
Alhasil, ini seperti  jelma'an sebuah perkampungan dunia yang dihuni oleh orang-orang dari berbagai kalangan. Facebook sanggup menanggalkan jejak-jejak primordial dan sentimen lokalitas para penggunanya. Mereka seperti memasuki sebuah perkampungan global yang demokratis.

Timbulah pertanyaan, apakah kehadiran FB akan terus ”memfosil” sebagai jejaring sosial yang nyaman dan permanen atau hanya singgah sesaat dalam kubangan memori penggunanya hingga akhirnya terlupakan? Tak tahu pasti. Waktu juga nanti yang akan mengujinya..

Dan yang menjadi persoalannya sekarang, kalau FB biasa dimanfaatkan untuk memberikan pencerahan kepada publik, kenapa mesti ada yang “melacurkan” diri dengan berbuat sensasional yang pasti akan mengundang risiko sosial yang fatal? Kenapa tidak dimanfaatkan untuk ikut berkiprah membangun dan “menyembuhkan” peradaban yang sakit dengan mengangkat persoalan-persoalan personal dan sosial yang bisa menyuburkan nilai-nilai demokrasi dan membawa keuntungan buat banyak orang??
Memang, tak seorang pun yang bisa mencegah kehendak seseorang dalam berekspresi. Mereka bisa memanfaatkan  jejaring sosialnya untuk mempublikasikan beragam aliran (genre) tulisan yang sesuai dengan selera personalnya.



Namun, fakta juga menunjukkan bahwa tulisan-tulisan yang cenderung hanya sekadar mengumbar sensasi dan popularitas tak akan berumur panjang.. Fakta juga telah menunjukkan bahwa kekuatan jejaring sosial (facebook) bisa memperkuat putaran bandul demokrasi di tengah-tengah situasi zaman yang makin korup dan amburadul. Dengan berbagai macam gaya dan genre (aliran), para facebooker, misalnya, bisa menunjukkan sikap empati kepada pihak-pihak yang dianggap terzalimi, sehingga bisa memberikan tekanan dan kontrol sosial secara masif.
Meski demikian, peran-peran semacam itu kembali terpulang kepada para individu (Faceboker) dan penggiat dunia maya itu sendiri. Sanggupkah mereka berperan sebagai pengwal  demokrasi dengan mengedepankan sikap kritis, jujur, dan steril dari kepentingan kekuasaan dalam menjalankan aktivitasnya di ranah dunia maya? Atau justru berkehendak untuk membuat sensasi dan memburu popularitas.?? “answering time”



READ MORE - Mengawal Dinamika Demokrasi Ala Facebook

Minggu, 19 September 2010

Menumbuhkan Semangat & Nilai - Nilai Pancasila

                       Pancasila
1.     Ketuhanan yang maha esa
2.     Kemanusiaan yang adil dan beradap
3.     Persatuan Indonesia
4.     Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.     Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

Itulah ingatan aku akan bunyi lengkap Pancasila, lambang dan dasar negara bangsa kita. 
Tahap demi tahap, tahun demi tahun telah kita lalui, masih saja kita melihat bangsa ini tidak berdaya. Akankah memang benar,,  bangsa ini sudah tidak  mampu apa-apa lagi, karena tak mepunyai orientasi kebersamaan. Hanya individualis. Yang di ibaratkan sapu lidi, meski jumlah lembaran lidinya banyak, tapi kalau hanya bergerak sendiri-sendiri, tidak akan mampu apa-apa.



Dan di lain itu di sadari atau tidak,, Perlahan-lahan bangsa ini sudah mulai mengguras semua nilai-nilai kesejatian diri yang telah lama dikenal sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat. Dewasa ini kekerasan agaknya telah menjadi “budaya baru” di negeri ini. Jalan penyelesaian masalah berbasiskan kejernihan nurani dan kepekaan akal budi agak nya telah terbendung  oleh barikade keangkuhan dan kemunafikan. . Hingga tak jarang setiap hendak menggapai ambisi dan tujuan, tak jarang pula cara-cara anarki menjadi siasat jitu untuk memaksakan kehendak kepada pihak lain melalui cara-cara primitif yang jauh dari nilai-nilai moral dan kesantunan. Fenomena negatif itu sudah menjadi masalah sosial yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas. Akibat yang ditimbulkan cukup serius dan tak dapat lagi dianggap sebagai persoalan sederhana, dan latar belakang saat inipun mungkin sudah tidak bisa dianggap logis karena fakta sudah ada korban, karena tindakan-tindakan itu sudah menjurus ke tindakan kriminal.
Terkadang akupun bartanya,, akankah ini semua dikarenakan shock culture, dalam arti semenjak era Revormasi bergulir dan  kran demokrasi dibuka selebar-lebarnya,  rakyat dipaksa siap atau tidak siap harus menyaring sendiri setiap budaya dan sesuatu yang baru yang mungkin dahulu dianggap tabu…… Dan ataukah ini adalah masa-masa peraliha atau pancaroba di negara kita yang harus di awali dengan aksi-aksi vandalisme  premanisme dan anarkisme dengan berbagai macam bentuk dan variannya untuk membangun negeri ini….?? hIkzz…

Banyak orang-orang yang berpandangan bahwa kondisi itu diduga bermula dari  sebuah bentuk kegagalan para pemimpin baik didaerah maupun pusat. Yang tidak pernah mengutamakan kepentingan rakyat. Akan tetapi di lain itu  masih ada banyak variabel lain yg harus dipertimbangkan, mengapa sedemikian mudahnya kekerasan muncul,..
Secara awam, aksi-aksi anarki yang belakangan ini marak terjadi bisa dibilang sebagai bentuk simbul reaksi perlawanan  terhadap sang penguasa. “Yaah namanya juga buntu, agar bisa menembus kebuntuan itu harus didobrak, tak dapat dengan cara halus, cara kasar juga dimainkan. So, apanya yang salah dalam penyelenggaraan kehidupan masyarakat kita dalam bernegara ? “ Akan tetapi yang harus di garis bawahi bahwa bagaimanapun anarkis adalah suatu tindakan yang tidak wajib di tauladani.ataupun di tiru dan sebaliknya apakah semua perangkat dan systemnya sudah berjalan pada fungsinya ?? ***do you think..?


Di saat negara membutuhkan soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong, sebagian kecil masyarakat terutama justru yang ada di perkotaan lebih memilih dan mengutamakan kelompoknya, golonganya bahkan negara lain dibandingkan kepentingan negaranya. Untuk itu sebaiknya setiap komponen masyarakat saling berinterospeksi diri untuk dikemudian bersatu bahu membahu membawa bangsa ini dari keterpurukan dari krisis multidimensi saat ini... Apa lagi di tengah era globalisasi ekonomi, ancaman bahaya lain dari terorisme, dan fundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa ini. Disamping itu yang patut diwaspadai adalah pengelompokan suku bangsa di Indonesia yang kini semakin kuat. Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh pengaruh asing untuk dikotak kotakan tidak saja oleh konflik vertikal tetapi juga oleh pandangan terhadap ke Tuhanan Yang Maha Esa.

Teman,,, bangsa Kita ini adalah bangsa yg kaya raya…tetapi bangsa Kita ini sangat mudah di pecah belah…tantangan ke depan adalah menghadapi proses penghancuran bangsa ini oleh pihak-pihak yang tidak ingin bangsa Indonesia besar kaya dan makmur.. Siapakah mereka??? mereka adalah orang2 yang dijadikan boneka2 oleh orang lain. yang di iming-imingi kekuasaan dan harta.. Sejarah menyatakan bahwa bangsa Indonesia  adalah bangsa yang kuat. tetapi tidak menjadi kuat lantaran ada penghianat-penghianat  bangsa….

Salam Integritas......                                         
READ MORE - Menumbuhkan Semangat & Nilai - Nilai Pancasila

Sabtu, 18 September 2010

Biografi BT_X

Nama panggilan ku sehari-hari adalah “Tyo” atau “Teguh“. Namun untuk didunia Maya, nickname aku bermacam-macam. Untuk dunia Blogosphere sendiri, aku memilih nama “BT-X “. Nama tersebut muncul begitu saja, disaat aku ingin memulai hidup yang lebih baik
Aku lahir di Jambi pada tanggal 5 bulan Maret tahun 1985. Berdasarkan Zodiak dari Yunani, Aku berbintang Pisces, itulah sebabnya gambar disamping mencerminkan diriku yang “Ikan“. Aku putra ke 3 dari 5 bersaudara. Kami berpaut sekitar 2-3 tahunan, dan kondisi ini memaksa aku untuk selalu mendapat buku, tas dan aksesoris bekas kakakku untuk perlengkapan sekolah kala itu. Maklum lah, keluarga kami tergolong sebagai keluarga “Konglo-melarat”… :Wuahahahaha..... LoL
Perjalanan pendidikanku diawali di Perumnas Kota Baru (Kota Jambi). Setelah keluarga kami merantau dari Boyolali (Jawa Tengah) kami menetap di Jln Blekok Raya No. 58 Permunas Kota Baru Jambi. Disinilah aku, adik dan kakak ku menamatkan sekolah dasar sampai SMP, dan ketika mulai SMU kami pindah ke Pall Merah. Tepat nya di Kelurahan Lingkar selatan *** masih di kota Jambi juga.. hee…..
Masa perkuliahan aku habiskan di Diploma III Ilmu Komputer STEMIK jambi. Aku berhasil menamatkan Kuliah dengan hasil yang …. yah …. lumayan lah. Dan tidak lama setelah wisuda sebagai Sarjana Muda a.k.a AMD. Aku bekerja di PT. Luxindo Raya sebagai tenaga Consultant. Aku menjalaninya selama 4 tahun saja,hahaha…. lantas akhirnya aku mendapat tawaran di PT. Global Sumber Mandiri sebagai Tenaga Market tapi yah apa mau di kata nampaknya belum ada kejelasan tentang jenjang karirku disana jadi pas dalam kurun waktu 1 tahun aku bekerja aku putuskan untuk mengundurkan diri. Karena sedari awal aku mempunyai cita-cita menjadi seorang Design Grafiti jadi aku putuskan untuk membuat sebuah usaha kecil-kecilan “Adverticing” atau percetakan dan Alhamdulillah masih sampai sekarang ….hiks….hiks…hiks….….
Sekiranya itu saja sejarah singkat si BT-X ini, Sengaja aku rangkum dengan singkat dan memotong beberapa hal, sebab tidak memungkinkan untuk menulisnya di halaman ini..
READ MORE - Biografi BT_X

Hidup Adalah Misteri

Hi guys,.. Ni hari pertama blog ini di buka. Hari ini aku cuman mo nyampaikan sedkit aja, beberapa hal yang aku anggap perlu untuk disampaikan. Yang pertama aku pengen ngucapin “Alahamdulillahirobbil Allamin” atas apa yang telah Allah SWT berikan kepada ku selama ini. Segala kenikmatan dan cobaan yang telah diberikannya begitu indah hingga aku tak kuasa menahan tangis bahagia.
Keputusan yang pernah kuambil untuk berhenti dari Pekerjaanku selama ini sepenuhnya karena keyakinan ku dan kepasrahan ku kepada-Nya. Sebenarnya merupakan langkah yang paling Extreme yang pernah aku ambil. Karena sepanjang hidupku, apapun yang aku kerjakan harus sudah jelas, berbeda sekali dengan menjadi Design Grafis yang bisa dibilang tidak pernah ada kejelasan dalam penghasilan. Sama seperti berbisnis, ada kalanya kita mendapat keuntungan yang sangat besar, ada kalanya kita mendapat keuntungan yang wajar dan ada kalanya juga kita mendapat keuntungan yang kecil,.
hidup ini begitu luas untk dimengerti begitu banyak pertnya'n..tetapi sedikit ada yang bisa menjawabnya dengan benar, hidup itu begitu melelahkan..begitu banyak tempat yang harus dilalui tanpa ada kepuasan diri. terkadang aku lelah..aq capek….
apa mungkin dengan bicara seperti itu akan membuat kita berhsil menghindar dari perjuangan hidup. aku bosan ..aku menyerah..apa itu jawaban yang terbaik yang bisa kita berikan,… ?? Apa itu tindakan yang harus kita lakukan untuk mengakhiri perjuangan hidup…??? tidak ada jawaban yang bisa menjwab semua pertanyaan,.
Perjuangan hidup penuh dengan tanda tanya.kita hanya bisa berusaha.terus menjalankannya,berdoa,dan jangan pernah menyerah, karen perjuangan hidup masih sangat panjang untuk kita akhiri..
READ MORE - Hidup Adalah Misteri