tapi siapa bilang hidup itu mudah?
Sayang,, tahukah engkau makna hidup itu terletak pada bagaimana kita berani menghadapi kesukaran dalam hidup dan menaklukannya dengan cara kita sendiri. dengan cara yang kita pahami sendiri. Hidup ini singkat, sayang. cuma sepanjang nafas, tidak lebih, tak ada lagi kesempatan hidup yang kedua. yang ada hanyalah menyemaikan keindahan dalam hidup yang singkat ini. menabur keindahan yang tidak akan berulang begitu saja. satu hal yang indah, belum tentu akan indah di hal lain.
Aku dan kisahku. mengalir sepanjang lorong gelap, dan sayang telah menguak tabirnya. memberikan seberkas sinar yang meneranginya. Inilah saatnya, kegelisahan dan pencarian itu berlabuh. di dermagamu.
Sayang aku tahu, cinta ini adalah sebuah pergolakan dan perjuangan. Dan seperti yang pernah aku ucapkan di suatu malam kala itu denganmu, aku bersedia berdarah-darah untuk ini. bukan ingin berjumawa menjadi pahlawan. bukan untuk sekadar memenuhi ego mempertahankan sesuatu. tetapi karena indahnya dirimu, kilap hatimu dan pendar matamu yang meyakinkan jiwa bahwa engkau yang akan mengasah berlian dalam hatiku.
Sayangku... rekatkan tangan, tumpahkan semua resah yang menyesaki. Jika sayang tengok, hati rapuh ini punya kedalaman yang tak terkira untuk menampung resahmu. sebuah celah yang memang sudah ada di sana. tercipta untuk menjadi kubangan resahmu. tak apa sayang, inilah hakikat diriku. inilah peranku dalam duniamu.
Lalu aku akan pegang tanganmu selalu. menjaga arah agar selalu menuju utara. biduk kita akan berlayar dengan layar putih yang akan kita jaga dari koyak. yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan perbekalannya.
Sayang tahu, cinta, adalah samudera luas terbentang di sana. berbatas horison menuju matahari yang tenggelam. dan di ufuk itu kita akan nikmati senja kita. bernapas sangat lega karena jarak yang berhasil kita lalui dengan terus bergandeng tangan.
Dan dalam perjalanannya, mungkin bukan semegah kapal pesiar yang mengantar kita. mungkin hanya sebuah biduk sederhana yang jadi alas kita. tapi kupastikan kokohnya, kupastikan goyangan arus yang menggelepar di sisi biduk tak menggoyahkannya. kuyakinkan hadiah senyum yang terus tersungging. di bibirku. di bibirmu.
Ohya, dan sayang tak akan pernah kesepian. Yang udah pasti akan ada celoteh-celoteh riang keluar dari penumpang tambahan kita ”Bilal, Dania” dan jika Tuhan mengizinkan akan ada penumpang tambahan lagi mereka muncul karena buah cinta kita. mereka akan menjadi kebanggaan kita sayang. Dan ketika saat itu tiba, peranmu akan diuji kembali. untuk menjadikan seorang manusia kecil tumbuh dengan siraman kasih dan pengetahuan. mereka adalah kuncup-kuncup segar yang siap tumbuh dengan indahnya.
Sayang punya cara tersendiri untuk menumbuhkan kuncup itu? ya, aku yakin sayang punya itu. jangan lupa untuk berbagi padaku ya sayang. lingkaran ini bukan hanya terbentuk dari kibasan tanganmu saja. ada hembusan napasku di sana. ada regangan nyawaku saat mereka hadir. kita akan sama-sama menjaga mereka. menaungi dan melindungi mereka.
Sayangku…
mungkin telah banyak kata-kata yang kulontarkan untukmu. kusisipkan di malammu, setelah sebelumnya aku mencupliknya dari kepala dan hatiku. ini adalah sebuah persembahan. persembahan atas nama cintaku. seperti pujangga yang selalu rindu syairnya. seperti Artis yang rindu dialognya. seperti sales yang selalu rindu order…..seperti aku yang saat ini merindumu….
Tak akan pernah habis rindu ini, selama cinta masih bertahta….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar